Kenapa Mesti Mimpi?
Andai a … a … a … aku jadi orang kaya …
Andai a… a … nggak usah pake kerja …
— Opie Andaresta
Masih ingat dengan lagu ini? Lagu yang dipopulerkan Opie dan membuatnya beken di belantika musik Indonesia. Kamu juga sampe sekarang masih ingat kan, dengan pesan dari lagu ini. Bermimpi untuk jadi orang … apa aja yang diinginkan tanpa melakukan usaha yang ekstra.
Pertanyaan berikutnya pernahkah kamu bermimpi? Sejak kapan kamu mulai bermimpi? Kenapa kita semua harus membuat dan menentukan mimpi? Juga kenapa kita menyusun beberapa hal penting dalam mimpi, sehingga kita bisa mendapatkan kesenangan – sekaligus keabsurban — dari mimpi?
Jawabannya adalah meskipun kamu mimpi setiap hari, kamu sering kali gagal untuk meraih dari pengalaman mimpimu. Kenapa demikian? Karena kamu nggak tahu apakah kamu sedang bermimpi atau merasakan sendiri di alam nyata. Kebanyakan kamu nggak sadar kalo kamu sedang bermimpi. Hanya melamun dan hanya sebatas membayangkan seperti orang yang kehilangan sesuatu dan menjadi teringat-ingat terus.
Atau kamu nggak tahu apa itu mimpi? Kebanyakan orang, memahami mimpi itu sebuah bumbu dari tidur, yang sebelum tidurnya ada beberapa kegiatan penting. Sehingga kegiatan tadi itu termemori sampe tidur. Betul juga sih, anggapan demikian.
Namun maksud dari mimpi di sini ialah sebuah imajinasi yang kuat dan mengharuskannya terwujud di kemudian hari. Bisa jadi mimpi itu keinginan, cita-cita, angan-angan, harapan, yang sewaktu-waktu bisa terwujud atau nggak sama sekali tergantung orang yang memimpikannya. Terkadang pula, mimpi inipun terbawa ke alam bawah sadarmu atau mimpi ketika tidur.
Adapun mimpi yang diterjemahkan David Fontana (1997), yaitu sebagai peluang untuk mengetahui percakapan antara ketidaksadaran dengan pikiran yang sadar, menyusun peluang-peluang untuk memahami diri lebih baik dan mencapai keserasian yang paling dalam.
Penjelasan dari David Fontana itu telah merangkul pemahanan kedua mimpi. Kalo ditelisik lebih jauh, antara kedua bentuk mimpi itu nggak ada bedanya. Terlebih pada penjelasan di bagian akhirnya. Dengan mimpi, berarti kamu akan atau telah menyusun peluang untuk mencapai keserasian. Maksud dari keseraian, kalo ditafsirkan ialah menyesuaikan mimpi yang kamu buat dengan kemampuanmu.
Sangat seru rupanya ngomongin mimpi ini. Buktinya aja para ahli rupanya telah mengamati mimpi sampe lebih detil. Ada beberapa usaha penelitian ilmiah mengenai mimpi. Kurang lebih 50 tahun lamanya.
Diawali dari sebuah penelitian para ilmuwan Amerika, Nathaniel Kleitman dan Eugene Aserinsky, yang mengamati para sukarelawan yang terbangun, sementara otaknya memperlihatkan irama-irama khusus yang memberitahukan bahwa mereka telah bermimpi.
Kemudian William Dement, seorang psikolog yang meneliti di Universitas Chicago, telah menemukan sebuah gejala baru sehingga bisa membentuk ilmu baru dengan melakukan penelitian terhadap mimpi. Dia mendeteksi jaringan antara isi mimpi dan kondisi secara psikologis seorang yang sedang mimpi, dan dengan penuh keyakinan memperlihatkan bagaimana banyak orang yang nggak puas dengan mimpinya.
Ternyata dari beberapa penelitian yang serupa, ditemukan bahwa kamu sering mengingat sekitar 80 persen dari setiap bagian mimpi, jika kamu menyelesaikan mimpimu. Namun kemudian hal itu berubah menjadi 30 persen berkurang atau delapan menit kemudian. Sampe akhirnya kamu hanya bisa mengingat sekitar 5 persen aja mimpimu.
Sekarang penelitiannya lebih difokuskan pada jarak yang luas dari faktor-faktor yang ada kaitannya dengan mimpi, termasuk pengaruh kejadian-kejadian sebelum tidur. Sebuah kekuatan kreativitas dalam mimpi itu sangat berpengaruh dalam hidup, dan rupanya setiap bagian dalam mimpi — baik itu bayi, orang dewasa sampe seekor binatang pun — berdampak pada perkembangan dirinya. Sampe sekarang, pemahaman mimpi ini menjadi bidang yang serius digeluti dan terus diteliti.
Emang sih, mimpi merupakan bagian yang paling dalam dari semua kehidupan. Mimpi merupakan salah satu kesatuan dalam diri manusia, yang memberikan banyak contoh, sehingga kamu bisa menjadikan pengalamanmu yang terekam dalam mimpi dengan tanpa curiga dan ragu-ragu untuk mewujudkannya.
Sejarah mencatat, beberapa nenek moyang manusia, secara luas meyakini mimpi sebagai suatu kekuatan dalam memecahkan masalah. Makanya jangan heran kalo secara nggak langsung, mimpi membawa para prajurit yang gagah dan kompeten untuk bertempur memusnahkan musuh-musuhnya. Menyulap kenistaan atau kebohongan bisa jadi sebuah kenyataan yang sulit diyakini oleh akal. Mimpi juga bisa memprediksi masa depan, meringankan rasa sakit, dan membawa semangat.
Begitu pun dengan nenek moyang Yunani bahwa pengetahuan akan mimpi seperti halnya pengetahuan dalam beberapa bidang, terutama yang sangat njelimet dan memusingkan.
Plato, misalnya, mengamati Freud ketika dia menjelaskan bahwa mimpi ditempatkan di mana rasa kebinatangan seseorang tumbuh dengan merajalela, kecuali jika jiwa yang membangun mimpi mampu untuk menggantikan naluri-naluri yang beralasan.
Berbeda dengan filosof lainnya, Aristoteles menyatakan bahwa wawasan yang didapat dari mimpi adalah seperti objek-objek yang terpantulkan dari air: ketika air itu diam, bentuk-bentuknya mudah untuk dilihat. Namun ketika airnya bergerak yaitu ketika pikiran secara emosional terganggu, maka maknanya akan menjadi distorsi dan nggak bermakna. Lebih tepatnya pikiran bisa dijaga sebelum tidur. Dan kalo sesudah tidur jangan ditanya lagi.
Rene Descartes, juga seorang filosof yang berasal dari Prancis dan disebut-sebut sebagai pendiri ilmu modern, meyakini dalam kerangka pikiran untuk mamaknai mimpi. Menurut pengakuannya bahwa beberapa teori ditemukan dalam mimpi, dan dalam pendapat filsafatnya bahwa dia berjuang untuk menemukan kejelasan segala sesuatu bukti yang muncul dalam pikiran itu sangat bener.
Banyak teknik untuk meraih sampe mempengaruhi hasil dari sebuah mimpi. Mulai dari kebijakan atau teori-teori yang diajarkan manusia masa lalu, sampe pada hasil dari sebuah penelitian ilmu modern.
Ketahuilah … aku sangat menyadarinya kalo semua orang memiliki mimpi dan terbiasa memimpikan sesuatu yang besar dan lebih besar lagi. Oleh karenanya aku harap kamu bisa menentukan apa mimpimu sekarang? Dan seterusnya kulepaskan biar kamu terjun bebas di alam mimpi. So bermimpilah!
Berlanjut……………………
Betul Boss…. Mimpi bisa jadi kenyataan.
Sangat mungkin, dan itu akan sangat tergantung pada orang yang memiliki mimpi itu. Oleh karena itu untuk mewujudkan mimpi itu perlu strategi, mindset, dan kiat tertentu. Ikuti tulisan selanjutnya.